<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-9696442607293939", enable_page_level_ads: true }); </script> Geger Nabi Palsu, Pengikut Bayar Tiket Masuk Surga Rp2 Juta? - Khazanah news

Geger Nabi Palsu, Pengikut Bayar Tiket Masuk Surga Rp2 Juta?

Surga menjadi idaman bagi pemeluk agama. Tak ada jaminan, selain menjalankan aturan yang berlaku dalam agama.




Tetapi, premis itu tidak berlaku bagi pria berinsial AM. Pria asal Karawang, Jawa Barat ini menjadikan surga dapat dengan mudah dimasuki.

Syaratnya, dengan membeli tiket yang dijual melalui Padepokan SSBP yang didirikan AM. Hanya dengan tiket seharga Rp2 juta, orang dengan mudah dijamin masuk surga.

Hal ini tentu tak masuk akal, namun ada saja orang yang tergiur. Buktinya, banyak warga yang cukup tertarik dengan tawaran itu.

Ini cerita aksi penipuan harga tiket surga Rp 2 juta.

Dikutip dari laman newsth.com, AM mendaulat diri sebagai seorang nabi. Bersama lima orang rekannya, dia aktif di Padepokan SSBP yang berlokasi di Medal Sari, Kecamatan Tegal Waru, Karawang.


Padepokan itu bahkan telah berdiri sejak Januari 2015. Melalui padepokan tersebut, AM menyebarkan ajaran sesat dan mengiming-imingi warga akan masuk surga dengan membayar Rp2 juta.

Selain membayar, AM juga meminta kepada calon pengikutnya untuk mengucapkan kalimat syahadat yang sudah diubah.

Warga Medal Sari telah melaporkan AM ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang. Pelaporan itu karena mereka resah dengan kelakuan AM.

Menanggapi laporan warga, MUI Karawang meminta AM dan pengikutnya bertobat. Meski akhirnya menyanggupi permintaan MUI Karawang, pada 3 Agustus 2016, dia kembali melancarkan aksi jual 'tiket surga'.

Kepolisian Resor Karawang akhirnya menangkap AM dengan tuduhan penistaan agama.

Melihat fenomena seperti ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan hal ini terjadi karena kurang bijaknya pendekatan agama di masyarakat. Untuk itu, dia berharap MUI Pusat dapat mengambil peran serta dalam mencerahkan pemahaman beragama umat Muslim.

"Melihat (fenomena) yang seperti itu, fatwa-fatwa MUI diperlukan untuk mencerahkan, tanpa harus mengkafirkan masyarakat. Mereka harus kembali dirangkul agar kembali ke paham yang benar," kata Lukman, saat menghadiri Milad MUI ke-41, semalam.

Menurut Lukman, peran MUI untuk memberi pendalaman agama masyarakat sangat diperlukan. Sebab, kondisi sosial kultural masyarakat yang telah berubah cepat kerap menggiring ke dalam pemahaman intoleransi.

"Dinamika masyarakat ini tinggi, jadi memang perlunya pembimbing di masyarakat untuk menghindari perilaku yang intoleran," ucap dia.

Sumber: newsth.com
Share on Google Plus

About Akun

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 coment�rios:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.