Menurutnya ketidak senangan warga etnis cina tersebut terlalu mengada-ada,Suara azan yang berkumandang di mesjid hanya berdurasi 5 menit, kenapa warga etnis cina tersebut sampai merasa terganggu,sedangkan suara spiker sarang burung wallet yang di miliki oleh warga pemilik sarang wallet 24 jam tanpa henti dan di dengar dengan radius 1 km ,tak ada yang heboh, dan rata-rata pemiliknya adalah warga keturunan etnis cina.
Sebenarnya Kalau kita saling menghormati satu sama lain hal itu tidak akan terjadi,yang di perlukan oleh bangsa ini adalah adanya rasa saling menghargai antar sesama warga dan golongan serta pemeluk beragama.
Berikut respon akun Ahmad Rustam tersebut.
“Antara suara azan yg tidak lebih dri 5mnt Dan suara speaker burung walet 24 jam
Saya jadi heran dengan Indonesia belakangan ini suara Azan yg cuma 5mnt di komplin sampe2 ada anggota DPR dari PDIP yg sangat mendukung.
Akan tetapi suara speaker burung walet yg 24jm dengan radius 1km kok nggk di komplin
Sebenarnya kalian itu benci suara Azan atau benci ummat Islam
Dan perlu kalian ingat Indonesia ini merdeka dengan takbir bukan yg lainnya
Ternyat tidak salah dengan ungkapan kalau pak jokowi jadi plesiden maka kebebasan ummat islam akan di kekang satu per satu.
Dan perlu di ingat hanya syaitan dan iblis yg sangat kepanasan suara azan.”
Ahmad Rustam
Hal yang sama juga di ungkapkan oleh imam besar FPI dengan respon yang persis hampir sama.
FPI : Mereka Anti Pengeras Suara apa Anti Agama Islam?, Suara Sound Konser Musik , Dangdutan, Organ Tunggal, Jaipongan, gak Diprotes
Berikut respon lengkap PFI terhadap kasus protes suara azan di tanjungbalai medan sumatera utara.
PFI mempertanyakan apa maksud dan tujuan dari protes terhadap suara azan melalui pengeras suara tersebut,Sedangkan hal itu adalah hal yang biasa kita lakukan dari jaman ke jaman dan tak ada yang salah.Kenapa baru saat ini hal itu terjadi dan itu terjadi hanya baru di jaman Jokowi yang katanya adalah pemimpin toleransi kenapa hal yang terjadi adalah INTOLERANS begitu.
Menggunakan pengeras suara itu adalah budaya dan ke arifan lokal dalam menjalankan ibadah agama menurut tradisi masing-masing daerah.begitu juga dengan tanjung balai.
FPI mempertanyakan mereka yang telah mmebuat tanjungbalai rusak dan gaduh seperti saat ini
"Mereka Anti Pengeras Suara apa Anti Agama ????" Sebenarnya mereka itu anti pengeras suara atau anti agama islam?
“Pengeras suara Tempat Ibadah dipermasalahkan.
Sedangkan Sound System Hiburan, Dangdutan, Organ Tunggal, Konser Musik, Jaipongan kok tidak dipermasalahkan ????
Mereka Anti Pengeras Suara apa Anti Agama ????”

0 coment�rios:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.