Amerika Serikat menuduh rezim Bashar al Assad sedang membangun sebuah tempat pembakaran mayat di sebuah penjara militer, untuk menghilangkan jejak ribuan mayat di tahanan yang dibunuh.
Amerika baru-baru ini mengungkapkan gambar-gambar yang diduga tempat pembakaran mayat di Suriah itu berada di luar ibu kota Damaskus.
Kelompok hak asasi manusia memperkirakan sedikitnya 5.000 orang telah mati di dalam penjara.
Mereka mengklaim sampai 50 tahanan dibunuh setiap hari. Sampai sekarang, pemerintah Suriah belum memberikan reaksinya.
Washington sudah menyerukan Mosko agar tidak membiarkan saja kejahatan yang dilakukan sekutu kuatnya itu.
Sementara itu, satu putaran baru perundingan damai sudah terhubung di Jenewa, Swiss. Negosiasi lima putaran sebelumnya gagal membuahkan hasilnya.*
0 coment�rios:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.