<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-9696442607293939", enable_page_level_ads: true }); </script> Pasti Suka Kesal Ketika Anak Suka Berteriak-teriak, Berikut Cara-cara Yang Ampuh Dilakukan Untuk Atasi Anak Yang Suka Berteriak - Khazanah news

Pasti Suka Kesal Ketika Anak Suka Berteriak-teriak, Berikut Cara-cara Yang Ampuh Dilakukan Untuk Atasi Anak Yang Suka Berteriak

2059-anak-suka-berteriak-teriak-atasi-dengan-cara-ini

Mungkin anda pernah mengalami saat dimana ia senang berteriak-teriak, baik yang jelas atau yang tidak jelas maknanya. Sehingga kita sebagai orangtua seringkali merasa tak sabar dibuatnya, dan akhirnya menghardik si buah hati untuk diam.
Namun timbul pertanyaan, apakah tindakan menghardik itu memang sudah tepat dalam memperlakukan batita yang suka berteriak? Karena seringkali justru semakin disuruh diam, anak justru semakin keras teriakannya. Ini yang seharusnya dilakukan..



Sedang bingung karena balita suka berteriak tanpa alasan? Ternyata, memasuki usia 3-4 tahun, balita memang sedang mulai unjuk kekuatannya dengan cara membantah dan menunjukkan emosinya.

Kedua hal ini seringkali dilakukan dengan teriakan kencang yang memekikkan telinga.

Hal ini sebenarnya cukup wajar, karena si kecil sudah dapat merasakan otot pengeras suara yang ada di tenggorokannya. Tapi tentu akan jadi repot sekali bila balita tak bisa dikendalikan dan mulai berteriak di tempat umum, apalagi jika dibarengi tantrum dan perilaku tak baik lainnya.

Agar tak jadi kebiasaan buruk, yuk atasi anak yang sering berteriak kencang dengan 4 cara ini seperti yang dikutip dari magazine.orami.co.id:

1. Tanyakan alasan dia berteriak

Tak ada asap jika tak ada api, begitu pula halnya dengan balita suka berteriak. Pasti ada sesuatu hal yang membuatnya harus berteriak, baik itu meminta perhatian, kesal, atau sebab lainnya. Nah, di sinilah Mama harus peka dan mulai menanyakan alasan ia berteriak.

Berikan pertanyaan spesifik mengenai alasan dan hal apa yang membuatnya berteriak kencang. Setelah mendapatkan jawabannya, berikan pemahaman pada si kecil kalau ia tak perlu berteriak untuk mengungkapkan perasaannya, lalu ajarkan contoh nada suara yang baik dan benar, agar dia tidak mengulangi perbuatannya.

2. Cek suara lingkungan sekitar

Salah satu penyebab balita suka berteriak adalah suara bising dan ramai di lingkungan sekitar dan di dalam rumah. Jadi kecilkan suara bila Anda sering menyetel TV atau radio dengan suara kencang, atau taruh kamar si kecil di bagian dalam rumah agar tak terlalu sering terpapar suara keramaian di jalan.

Yang juga harus diingat, jangan tegur balita berteriak dengan teriakan. Lebih baik segera hentikan sumber kebisingan atau bawa balita ke tempat yang lebih sunyi agar ia sadar bahwa suaranya terlalu keras.

3. Ajarkan suara untuk di dalam dan di luar ruangan

Salah satu trik yang bisa digunakan untuk menghentikan kebiasaan balita suka berteriak adalah mengajarkan perbedaan suara yang digunakan untuk di dalam dan di luar ruangan. Mama bisa memberikan contoh berbicara dengan suara pelan bila sedang berada di dalam ruangan dan berbicara lebih lantang bila sedang melakukan aktivitas di luar ruangan.

Dengan mengajarkan dua hal sederhana ini, balita bila lebih baik membedakan suara yang harus digunakannya jika sedang berada di tempat yang berbeda. Bila si kecil mulai berteriak, segera ingatkan bahwa ia sering berada di dalam ruangan, jadi harus menggunakan suara yang sesuai.

4. Alihkan fokusnya

Bila cara diatas sudah dilakukan tapi tetap saja balita suka berteriak, Mama bisa mengalihkan fokusnya dengan cara berikut:

Berikan time-out di luar ruangan. Ingatkan bahwa teriakan adalah suara untuk digunakan di luar ruangan, jadi ia belum boleh masuk bila masih berteriak.


Sumber : Pasti Suka Kesal Ketika Anak Suka Berteriak-teriak, Berikut Cara-cara Yang Ampuh Dilakukan Untuk Atasi Anak Yang Suka Berteriak http://yesmuslim.blogspot.com/2017/08/pasti-suka-kesal-ketika-anak-suka.html#ixzz4p536PLCL
Share on Google Plus

About Akun

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 coment�rios:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.